“Fanny? Kau... masuk ke sini juga...?”
“Ya... memangnya kenapa?” gadis yang dipanggilnya sebagai Fanny itu menjawab cepat.
“Tidak... tidak.... hanya saja... aku tak melihatmu saat MOS...” Agni memandang gadis itu dengan heran.
“Hehe, aku malas mengikutinya, gak ada gunanya... tapi sepertinya kau kurang senang aku masuk kesini,.... “
“Memang tidak.” *tegas*
“................!” *(=,=)’*
--papan nama tempat pengumuman pembagian kelas—
“Agni... agni.... agni....” Agni menggumam mencari – cari namanya di daftar tersebut,” Got it!”
No. Kelas Nama
1 X-2 Abdul Rasyid
2 X-2 Abram Mika
3 X-2 Adi Fauzan Pranata
4 X-2 Ade Dwi Riski
5 X-2 Adithya Rinaldi
6 X-2 Asni Harahab
7 X-2 Agni Dian Fradipta
8 X-2 Bobby Pratamadhani
9 X-2 Ceko Krisna
10 X-2 Cica Carita Cristiana
11 X-2 Dara Putri Kencana
12 X-2 Dedi Rahmawan
13 X-2 Esty Nasution
14 X-2 Fahrurozzy
15 X-2 Fajri Silipian
16 X-2 I Ketud Nyurah Rai
17 X-2 Lalilatul Arifah
18 X-2 M. Agus Chandrawinata
19 X-2 Minny Sekar Ayu
20 X-2 Muhammad Nurhalim
21 X-2 Nora Nindi
22 X-2 Nike Astuti
23 X-2 Oktarina Saputri
24 X-2 Oky Lubis
25 X-2 Rara Ruri Lerora
26 X-2 Sekar
27 X-2 Sutrisno Bachyir
28 X-2 Tora Brahmana
29 X-2 Vicky Tan Meili
30 X-2 Wijoyokusumo Widyodiningrat
31 X-2 Wira Widyastuti
32 X-2 Yohannes Putra
“Agni, dapat kelas apa?” Fanny datang tiba-tiba,
“Eeee,... X-2, kau... dapat apa?”
“X2 – X1, sama dengannnn....... sepuluhhh... satu...... yayyy...!! ♥” *bersorak sok imut*
“ya sudah, aku duluan ya...”
“.............” *dicuekin* (-..-!)
“eh, Agni,....” *Agni menoleh* “nanti pulang sama-sama yah...? aku yang anter... oke?” Fanny menawarkan....
“Ah, tidak usah, merepotkan saja... tumben sekali. Ada apa ini? Apa kepalamu terbentur kasur?”
“Enak saja, ayolah Agni... kau satu-satunya temanku Ni... iya kan? Tak ada yang mau berteman dengan ku selain kamu...”
Agni hanya terdiam.... “heh..... *menghela napas* baiklah...” terpaksa*.
“hehehe, ntar bayar uang bensin yah...??” Fanny nyeletuk.
“”!? sudah kuduga, nggak mungkin nenek sihir medit ini dengan baik hatinya menawarkan mengantarkan aku pakai mobilnya kalau tidak ada unsur uang-nya... dasar...! “”
Sabtu, 14 November 2009
Cerita karangan "SomeOne"
------------------------------------------------------>>FLASH BACK<<---------------------------------------------
seorang gadis kecil berumur 7 tahun memberikan sebuah bungkusan makanan pada seorang kakek pengemis di sebuah tempat keramaian :
"Ini kek, buat kakek..." ujar gadis kecil itu....
"terima kasih gadis kecil...."kakek itu menerima bungkusan makanan itu,"karena kamu baik hati, kakek ada sesuatu buatmu....." *sfx : srek* kakek itu mengambil sesuatu di dalam lengan bajunya yang panjang dan sudah lusuh...
"apa ini kek? ................ cincin??" gadis itu menerimanya dengan keheranan
"jagalah.... suatu saat akan sangat berguna, pergunakan cincin itu dengan baik.... kamu akan jadi pahlawan gadis kecil..." tutur pengemis itu....
---------------------------------------------------->>FLASH BACK-END<<---------------------------------------------
8 tahun kemudian....
"hm.... MOS tiga hari ini melelahkan dan menyebalkan.... ah.... SMA! Aku datang!" dengan langkah tegap Agni melangkah maju memasuki gerbang sekolahnya.
*sfx : tin tin*klakson mobil*
Agni menoleh kebelakang... sebuah mobil BMW 318i berwarna merah berhenti tepat di depan gerbang. Para pelajar sekitar melihat sebyah BMW tentu jadi hal yang langka, mereka melihatnya dengan penuh antusias.
Agni hanya terdiam.
*sfx : cklek*pintu mobil terbuka*
sebuah sepatu putih mengkilat turun dari balik pintu mobil... seorang gadis berperawakan putih bermata sipit dengan kacamata menggantung di hidungnya keluar dari dalam mobil bagian pintu belakang.
"Agni~....!! ♥" sapa gadis itu.
seorang gadis kecil berumur 7 tahun memberikan sebuah bungkusan makanan pada seorang kakek pengemis di sebuah tempat keramaian :
"Ini kek, buat kakek..." ujar gadis kecil itu....
"terima kasih gadis kecil...."kakek itu menerima bungkusan makanan itu,"karena kamu baik hati, kakek ada sesuatu buatmu....." *sfx : srek* kakek itu mengambil sesuatu di dalam lengan bajunya yang panjang dan sudah lusuh...
"apa ini kek? ................ cincin??" gadis itu menerimanya dengan keheranan
"jagalah.... suatu saat akan sangat berguna, pergunakan cincin itu dengan baik.... kamu akan jadi pahlawan gadis kecil..." tutur pengemis itu....
--------------------------
8 tahun kemudian....
"hm.... MOS tiga hari ini melelahkan dan menyebalkan.... ah.... SMA! Aku datang!" dengan langkah tegap Agni melangkah maju memasuki gerbang sekolahnya.
*sfx : tin tin*klakson mobil*
Agni menoleh kebelakang... sebuah mobil BMW 318i berwarna merah berhenti tepat di depan gerbang. Para pelajar sekitar melihat sebyah BMW tentu jadi hal yang langka, mereka melihatnya dengan penuh antusias.
Agni hanya terdiam.
*sfx : cklek*pintu mobil terbuka*
sebuah sepatu putih mengkilat turun dari balik pintu mobil... seorang gadis berperawakan putih bermata sipit dengan kacamata menggantung di hidungnya keluar dari dalam mobil bagian pintu belakang.
"Agni~....!! ♥" sapa gadis itu.
"Fanny?? kau masuk ke sini juga?"
cerita "Jangan Tunggu Hari Esok"
Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 th. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya.
Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya. Dia sangat pendiam... dia hanya mendengarkan apa yg saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya ttg apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman2 yg berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari, saya bercerita kepadanya ttg anak laki2 yg saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya.... Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres.
Dia memberikan kata2 yg mendukung dan membantu saya utk melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yg lainnya dari dirinya yg saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.
Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yg lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.
Malam itu adalah kesempatan terbesar yg saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap2 tentang cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita ttg impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dgn terluka krn saya tidak mengatakan perasaan saya yg sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama2 dengan seseorg. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih krn saya menyadari ia pergi utk pekerjaan besarnya. Jadi... saya menyimpan perasaan saya utk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa terluka krn saya tidak mengatakan apa yg ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg analis komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yg bersamaan.
Skr saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar. Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yg seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang2 malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yg tepat. Sebelum saya berangkat... tiba2 dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dgn saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yg terjadi di New York.
Kehidupan saya harus terus berjalan. Tahun2 berlalu... kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yg terjadi dan bagaimana dia merindukan utk berbicara dgn saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya..
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan kecil yg mengatakan : "Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap2"
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan utk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi... Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yg sesungguhnya kepadanya.
Hari2 berikutnya... dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji utk menemui saya setiap kali dia mendapat libur.
Saya tak dapat menunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama. Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dlm sebuah kecelakaan mobil dlm perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini
Skrg saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman. Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya2 mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorg yg begitu baik spt dia ? Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yg dia kerjakan... tidak bisa membuat suaminya bahagia spt saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg diberikan kepada saya adalah sebuah diary.
Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir... Mengapa ini diberikan kepada saya ?
Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika saya di pesawat, saya teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dgn yg lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.
Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami. Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yg saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, "Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya "
Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg sesungguhnya ada dlm hatinya.
*********************************************************
Jika engkau mencintai seseorang,
"JANGAN TUNGGU ESOK HARI UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA"
karena esok hari itu... mungkin takkan pernah ada.....
*********************************************************
Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya. Dia sangat pendiam... dia hanya mendengarkan apa yg saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya ttg apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman2 yg berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari, saya bercerita kepadanya ttg anak laki2 yg saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya.... Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres.
Dia memberikan kata2 yg mendukung dan membantu saya utk melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yg lainnya dari dirinya yg saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.
Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yg lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.
Malam itu adalah kesempatan terbesar yg saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap2 tentang cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita ttg impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dgn terluka krn saya tidak mengatakan perasaan saya yg sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama2 dengan seseorg. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih krn saya menyadari ia pergi utk pekerjaan besarnya. Jadi... saya menyimpan perasaan saya utk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa terluka krn saya tidak mengatakan apa yg ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg analis komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yg bersamaan.
Skr saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar. Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yg seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang2 malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yg tepat. Sebelum saya berangkat... tiba2 dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dgn saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yg terjadi di New York.
Kehidupan saya harus terus berjalan. Tahun2 berlalu... kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yg terjadi dan bagaimana dia merindukan utk berbicara dgn saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya..
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan kecil yg mengatakan : "Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap2"
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan utk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi... Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yg sesungguhnya kepadanya.
Hari2 berikutnya... dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji utk menemui saya setiap kali dia mendapat libur.
Saya tak dapat menunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama. Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dlm sebuah kecelakaan mobil dlm perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini
Skrg saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman. Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya2 mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorg yg begitu baik spt dia ? Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yg dia kerjakan... tidak bisa membuat suaminya bahagia spt saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg diberikan kepada saya adalah sebuah diary.
Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir... Mengapa ini diberikan kepada saya ?
Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika saya di pesawat, saya teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dgn yg lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.
Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami. Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yg saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, "Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya "
Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg sesungguhnya ada dlm hatinya.
**************************
Jika engkau mencintai seseorang,
"JANGAN TUNGGU ESOK HARI UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA"
karena esok hari itu... mungkin takkan pernah ada.....
**************************
musibah meninggalkan sholat
musibah bagi orang² yang meninggalkan sholat
--> Subuh : ia akan disiksa selama 60 tahun di neraka
*kalo 1 hari di nerka sama dengan 100 tahun di dunia, berapa tuh kalo 60 tahun di neraka, bujubuneng*
--> Dzuhur : disiksa seperti membunuh 1000 orang muslim
*kenapa gak 10 juta aja, biar kaya ntar di neraka, wkwkwkwk*
--> Asar : disiksa seperti orang meruntuhkan ka'bah!!
--> Maghrib : disiksa seperti berzina dengan ibu atau bapak'e
--> Isya : Allah tidak meridhoi dia hidup di bumi, dan mencari bumi lain di planet lain kale...
--> Subuh : ia akan disiksa selama 60 tahun di neraka
*kalo 1 hari di nerka sama dengan 100 tahun di dunia, berapa tuh kalo 60 tahun di neraka, bujubuneng*
--> Dzuhur : disiksa seperti membunuh 1000 orang muslim
*kenapa gak 10 juta aja, biar kaya ntar di neraka, wkwkwkwk*
--> Asar : disiksa seperti orang meruntuhkan ka'bah!!
--> Maghrib : disiksa seperti berzina dengan ibu atau bapak'e
--> Isya : Allah tidak meridhoi dia hidup di bumi, dan mencari bumi lain di planet lain kale...
Senin, 09 November 2009
perumpamaan cinta
cinta ibarat kupu-kupu, semakin mendekat semakin menghindar. . .
tp, jika kamu biarkan terbang maka ia akan menghampirimu. . .
-jgn pernah bilang aku cinta pada mu jk kamu hanya BERBOHONG!!!
-jangan pernah bilang q sayang pda mu jika itu tdk dri hati mu. .
-jgn pernah memberi cinta jika kamu tdk memilikinya, , ,
-jgn ernah memberi harapan jika kamu tdk mampu memenuhinya. .
-jangan kamu sentuh hidup seseorang jika kamu hendak bermain" dengannya .
-jangan membuat seseorang jatuh cinta jika kamu tidak berniat mencintainya .. .!!
tp, jika kamu biarkan terbang maka ia akan menghampirimu. . .
-jgn pernah bilang aku cinta pada mu jk kamu hanya BERBOHONG!!!
-jangan pernah bilang q sayang pda mu jika itu tdk dri hati mu. .
-jgn pernah memberi cinta jika kamu tdk memilikinya, , ,
-jgn ernah memberi harapan jika kamu tdk mampu memenuhinya. .
-jangan kamu sentuh hidup seseorang jika kamu hendak bermain" dengannya .
-jangan membuat seseorang jatuh cinta jika kamu tidak berniat mencintainya .. .!!
Langganan:
Postingan (Atom)
